Cara Berhenti Merokok Ala Orang Indonesia. Kebiasaan
merokok memang menjadi momok tersendiri. Di satu sisi, berbagai upaya
terus dilakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok ini, tetapi di sisi
lain pemasukan pajak dari produk satu ini tidak bisa dikatakan sedikit.
Upaya untuk menghentikan kebiasaan ini salah satunya dengan merubah
iklan rokok di bungkus rokok sendiri. Mulai Juni nanti, sekitar 40
persen dari bungkus rokok di Indonesia diwajibkan merubahnya dengan
iklan bahaya merokok. Apakah ini akan efektif? Kita lihat saja nanti.
Beberapa waktu yang lalu, penulis sempat
melihat seorang sopir bis memegang bungkus bekas rokok dan membauinya
sepanjang perjalanan. Awalnya penulis tidak tahu apa maksudnya, ternyata
dia melakukan itu untuk menekan kebiasaannya merokok.
Cara yang unik. Selain itu ternyata banyak juga terapi-terapi unik yang
dilakukan orang Indonesia untuk berhenti merokok antara lain:
Totok rokok
Salah satu terapi alternatif yang bisa
membuat tubuh memberikan reaksi negatif terhadap rokok ialah totok
rokok. Metode ini dipakai mantan bintang sinetron, Fuad Baradja, di
klinik yang ia dirikan khusus bagi pecandu rokok yang ingin tobat.
Metode ini menggunakan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang
menggabungkan teori akupuntur dan sisi kerohanian. Berbeda dengtan
akupuntur, pasien hanya diberi ketukan pada titik-titik meridian.
Sebelum menjalani terapi, pasien juga diminta berdoa terlebih dahulu.
Terapi merebus pasien
Terdengar menyeramkan bukan? Tapi terapi
ini memang benar-benar ada. Di Purbalingga, Jawa Tengah, ada pengobatan
unik untuk pecandu rokok dan narkoba dengan cara direbus di atas kompor.
Terapi ini digagas oleh Ahmad Ichsan Maulana atau Ustadz Ichsan. Karena
metodenya yang unik, ia terkenal dengan sebutan Kyai Godog. Perebusan
yang dilakukan seperti halnya merebus jagung, kacang atau ketela, namun
tanpa ditutupi wadahnya. Setelah mendidih, air di dalam drum akan diberi
ramuan-ramuan dan ragi tempe kemudian dicampur air tawassul. Pasien
diminta berendam di dalamnya selama 30 menit.
Permen jahe
Metode permen jahe ini sudah banyak
dipraktekkan orang sejak lama. Orang sering merasa mual ketika harus
berhenti merokok karena nikotin menimbulkan reaksi penarikan atau sakau.
Jahe dapat mengurangi rasa mual akibat penarikan nikotin tersebut. Oleh
karena itu, beberapa orang kemudian menggunakan permen jahe untuk
mengatasi kecanduan nikotinnya.
Rokok herbal
Rokok herbal biasanya berisi campuran
rempah-rempah dengan rasa berbeda yang bisa memberikan aroma tertentu
pada para perokok. Aroma yang biasa terkandung dalam rokok herbal adalah
mint, cengkeh, kayu manis, melati, mawar dan mentol. Tetapi metode ini
dianggap belum cukup efektif dan berisiko karena menghasilkan asap
pembakaran yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, asap rokok yang
dihasilkan juga dapat mengganggu orang lain. Karena meski menggunakan
embel-embel herbal, tetap saja masih merugikan sekitar.
Merokok dalam jumlah banyak sekaligus
Metode ini digunakan dengan tujuan
membuat orang bosan merokok. Caranya, seorang pecandu rokok diminta
menghisap 10 batang rokok atau lebih sekaligus. Jika masih kurang, si
perokok bisa diminta meminum cairan campuran tembakau dan bawang. Dengan
cara ini, si perokok akan merasa muak dan enggan merokok lagi. Cara ini
terbilang ekstrim dan bisa jadi berisiko bagi kesehatan. Cara ini
digunakan juga oleh pemerintah China untuk menghentikan kebiasaan
merokok para tentaranya. Meski tampak kejam, tapi cara ini cukup efektif
diterapkan pada para tentara itu.
Puasa
Cara yang satu ini relatif lebih aman
sekaligus bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Di bulan puasa, banyak
orang yang sedikit demi sedikit berhasil meninggalkan kebiasaan
merokoknya. Setelah bulan puasa usai, kebiasaan mengkonusmsi rokok pun
bisa ditekan. Bisa juga si pecandu rokok sengaja berpuasa untuk
menghentikan kebiasaan merokoknya. Jika dilihat dari segi ekonomi, cara
ini jelas sangat menguntungkan. Menghentikan derastis kebiasaan merokok
lewat puasa jelas mengurangi alokasi dana untuk merokok.
Jadi, terapi mana yang paling mujarab
untuk menghentikan kebiasaan merokok? Semua kembali pada pribadi
masing-masing. Kebiasaan bisa dirubah meski awalnya melalui pemaksaan.
Sumber : IBerita.com

0 komentar:
Posting Komentar
Comment Policy
Berkomentar dengan baik dan sopan agar kita bisa berdiskusi dan menjalin silaturrahmi , Postingan yg Spam akan Admin Hapus . Thanks